Beberapa minggu kemudian – Klinik Rehabilitasi Alpenblau, Swiss. Lia memulai terapi lanjutan. Fisioterapi, diet ketat, dan pemantauan ketat dari tim dokter menjadi rutinitas barunya. Tubuhnya masih lemah, namun ada semangat baru di matanya—semangat hidup. Rafael menemaninya setiap hari. Ia belajar merawat, menyuapi, bahkan mencuci rambut Lia dengan tangan sendiri. Tak ada lagi dunia luar, tak ada lagi kriminalitas, bisnis gelap, atau peluru yang menunggu di tikungan jalan. Semua itu ditukar demi satu hal: Lia. Namun bahkan cinta yang tulus tidak bisa sepenuhnya menghapus ketakutan dalam hati Lia. --- Suatu sore di balkon klinik. Salju perlahan turun, menutupi taman yang luas. Lia duduk di kursi roda, mengenakan syal merah yang dibelikan Rafael. Angin dingin menyapu rambutnya, namun

