Jalan Sunyi Menuju Sidang Tiga hari menjelang sidang, Rafael memilih diam dari semua media. Ia tidak memberi pernyataan apa pun. Semua panggilan wawancara ditolak. Ia bahkan tak menyentuh ponsel, membiarkan ratusan pesan menumpuk begitu saja. Ia hanya menulis. Menulis surat untuk setiap anak di Rumah Lia. Satu per satu, tanpa terkecuali. Surat untuk Rani berisi pesan tentang melukis bunga tanpa rasa takut. Surat untuk Arya berisi harapan agar ia tumbuh jadi lelaki yang melindungi, bukan mengancam. Surat untuk Nila berisi pesan untuk tidak pernah malu menjadi anak yang pernah terluka. Dan terakhir, Rafael menulis surat yang tidak ditujukan pada siapa pun. Surat itu hanya ia lipat dan simpan dalam kotak besi kecil di bawah lantai kamarnya. Hanya dua kata di akhir surat itu. "Untuk L

