Ketika Cinta Tak Lagi Cukup di Mata Dunia Sejak kepergian Rafael, Rumah Lia perlahan tumbuh kembali seperti akar tua yang menemukan air baru. Gerakan Luka yang Mulia telah menjangkau 17 kota. Ratusan testimoni dikirimkan setiap minggu. Relawan kembali berdatangan. Namun sebagaimana cahaya semakin terang—bayangan pun ikut memanjang. Tiga bulan setelah pemakaman Rafael, kampanye fitnah dimulai. Akun-akun anonim di media sosial mulai menyebarkan potongan video Rafael saat masih menjadi gembong narkoba. Foto-foto masa lalunya, ketika wajahnya terpampang di berita kriminal nasional, diedarkan kembali dengan narasi: > “Ini pendiri Rumah Lia? Seorang pembunuh dan pengedar yang sekarang dianggap pahlawan? Gila.” “Rumah Lia itu tempat cuci dosa. Bukan tempat rehabilitasi.” “Kalian membesa

