Ch-27

1859 Kata

Dinda mengerjap beberapa kali ketika cahaya matahari menyusup menembus tirai yang menari-nari oleh sepoi angin. Sesaat kemudian sesosok bayangan berdiri menghalangi sinar matahari yang menyilaukan matanya. Dinda memaksa pupilnya terbuka makin lebar. Dan... "Mas?" Dinda terduduk dengan tangan mencengkeram selimut menutupi bagian tubuhnya yang sialnya hanya mengenakan pakaian dalam saja. Bagas tersenyum kemudian duduk di tepi ranjang, tepat di depan Dinda. "Tidurmu nyenyak sekali," ucapnya sembari mengusap pipi Dinda. Dinda berpaling menghindar. Mendadak kepalanya berputar hebat kala rekaman kejadian semalam kembali terngiang di kepala. "Astaga ini tidak benar!! Ini gila!! GILA!!" "Mas!! Jangan bersikap seperti ini! Ini salah, Mas!!" Dinda bergeser menjauh dari Bagas. Ia meremas ram

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN