Samudera melangkah ringan menuju kamar Riani. Lily putih kesukaan Riani karena wanginya yang bisa menyamarkan bau obat di ruangannya sudah terbungkus rapi di tangan kirinya. Senyuman Samudera tak pudar mengiringi langkah kakinya menuju ruangan Riani. Klik! “Ri, pesenan bungamu nih!” ucap Samudera yang setelahnya mematung karena melihat seorang wanita yang berumur di akhir kepala empat sedang terduduk di sebelah ranjang Diani. Wanita itu tersenyum anggun pada Samudera yang membuat pria itu segan. “Sam, sini. Ini Tante gue. Namanya Tante Sita. Adik Papa. Lo masih inget gak yang gue pernah ceritain. Tante gue yang tinggal di Ternate,” ucap Riani terdengar Riang dan antusias. Sita segera menoleh ke arah keponakannya. Ia terkejut dengan sapaan riang Riani. Senyum lebar dengan mata berbinar

