Samudera makin gila kerja setelah beberapa waktu ini pikirannya kacau. Dia tak lagi banyak menemui Riani kecuali di jam makan siang atau di sela-sela waktu senggangnya. Itu pun sangat jarang ia lakukan. Bahkan Samudera kadang pulang sangat larut dan pergi sangat pagi. Hal itu tentu saja membuat kedua orang tuanya khawatir. Ingin menegur pun tak bisa karena jadwal mereka yang tak bersinggungan. Satu rumah namun terasa jauh. Samudera yang terbiasa sibuk, siang itu melamun karena sebagian besar tugasnya sudah selesai. Kini ia bingung apa yang harus dilakukan. Matanya menatap kosong jalan raya yang nampak padat dari balik jendelanya. Beberapa detik kemudian jarinya sudah lincah menari diatas layar. Setelah selesai mengetikkan sesuatu, matanya tak beralih dari layar ponselnya. Ting! Satu

