HATI YANG BIMBANG

2015 Kata

Samudera memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya. Setelah mematikan mesin mobilnya, Samudera berjalan lesu masuk ke dalam rumah itu. Embun yang menyadari bahwa semalam putranya itu tak pulang, bergegas menghampiri. Ia melihat baju Samudera yang kusut dan terlihat agak kotor. Apa semalaman di tidur di makam? tanya Embun dalam hatinya sambil mengamati anaknya dengan seksama. Dirinya cemas seketika melihat tampilan Samudera yang begitu berantakan dengan noda tanah di beberapa bagian. Apakah pertengkaran mereka tempo lalu begitu membebani Samudera? Hubungan mereka yang begitu hangat pun kini merenggang. Apakah aku terlalu kasar padamu, Nak? ucap Embun dalam hati dengan tatapan sendunya. “Sam,” panggil Embun dengan hati-hati. Matanya menelusuri wajah Samudera yang terlihat lelah dan seolah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN