PERKENALAN

1204 Kata

Nafas Diani terengah-engah. Dadanya bergemuruh melihat pemandangan Samudera menangis di hadapannya. Tak ada kata yang bisa menggambarkan betapa kacau hatinya saat ini. Tanpa pertimbangan dan aba-aba. Diani membuka pintu kamar di depannya hingga hampir membantingnya. Suara benturan pintu dengan tembok itu terdengar memekakkan telinga. Membuat siapa saja yang mendengarnya pasti terkejut. “Kak!” pekik Diani lantang. Riani yang sedang menerima suapan dari wanita paruh baya di sampingnya menatap Diani dengan kebingungan. Begitu juga Embun yang terkejut dengan pekikan lantang Diani serta suara pintu yang begitu keras. “Dek? Ada apa?” tanya Riani yang kini mulai cemas, takut terjadi sesuatu dengan Diani. Jantungnya ikut bertalu dengan kencang melihat penampakan Diani yang begitu memprihatinka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN