Ruby berlari kecil agar bisa segera masuk ke dalam rumahnya. Bahkan sebelum Samudera turun, gadis itu sudah lebih dulu membuka seatbeltnya dan turun dengan sedikit melompat dari mobil Samudera. Samudera hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Ruby. Buru-buru ia turun dari mobilnya dan mengunci mobil. “Ruby! Jangan lari-lari, Nak!” peringat Samudera yang ngeri kalau-kalau Ruby jatuh terjerembab. “Mami!” teriak Ruby dari ruang tamu dengan suara nyaring. Lian yang awalnya menggendong anaknya dengan tenang merubah mimik wajahnya jadi kesal. Anak keduanya itu benar-benar cerminan dirinya yang tak bisa diatur dan berjiwa bebas. Padahal baru saja ia bisa menidurkan Elle, tapi Ruby sudah berteriak seperti di hutan. ia pun mengalihkan gendongannya pada pengasuh. Menyuruh pengasuh anak

