Mendapatkan Hukuman

1210 Kata

Kami berada di ruang BP. Ada Pak Yogi, dan Bu Erni--selaku guru BP. Aku satu-satunya siswa perempuan di sini. "Shanum! Kamu anak perempuan, ngapain ikut berkelahi dengan anak laki-laki?" Pertanyaan Pak Yogi membuatku bingung harus menjawab apa. Kepalaku tertunduk lesu. "Jelaskan dari awal kenapa bisa berkelahi, Alan!" Matanya menyorot tajam ke arah Alan. Alan diam tidak bersuara. Ia masih meringis memegang pipinya yang mulai terlihat bengkak, hantaman dengkulku sepertinya sangat keras. "Shanum, kamu saja yang jawab!" Tatapan mata Pak Yogi beralih tajam kepadaku. Aku mendesah terlebih dulu. Lalu kuceritakan apa yang kulihat. Tidak ditambah, apalagi dikurangi. Semua sesuai dengan apa yang kulihat. "Benar begitu Lan?" "Saya cuma bercanda, Pak. Shanum saja yang berlebihan pake nendang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN