Semakin kacau

1551 Kata

Aku menjadi gugup dengan d**a berdebar ketika melihat Lastri turun dari tempat tidur dengan mata nyalang menatapku. Kugenggam erat tangan ibunya Lastri. "Delia, dimana Delia? Aku benci nama itu, kamu!" Jari telunjuknya mengarah ke diriku. "Kamu siapa? Kamu Delia?" Lastri maju dengan pelan menghampiriku. Aku diam. Sepertinya Lastri tidak mengenalku. Namun aku tetap berdiri di belakang ibunya seolah mencari perlindungan. Aku tidak tahu kenapa jadi ketakutan begini. Mungkin karena momok orang gila di benakku sudah tertanam menakutkan. "Sayang, Lastri …, dia bukan Delia, dia teman kamu." Ibunya Lastri mencoba menenangkannya dengan berbohong. Aku terkesiap saat tangan Lastri menarik lenganku dengan kuat. "Kamu bukan Delia 'kan? Aku benci Delia. Dia mengambil semua yang kuinginkan." Aku mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN