Sepanjang perjalanan hatiku gelisah. Aku memikirkan pembicaraanku dengan Mbok Yem di kantor tadi lewat sambungan telepon. Mereka? Dasar benalu! Nekat sekali mendatangiku. Apa Mas Heru belum memberitahukan tentang status hubungan kami? *** "Mereka siapa Mbok?" Aku penasaran. "Ya itu, Non. Mertua Non dan adiknya Pak Heru." Langgam suara Mbok Yem terdengar kesal. "Mbok sudah tanya apa mau mereka datang ke rumah?" "Katanya mau ketemu sama Non Delia. Sudah saya bilang kalau Non itu lagi kerja, lagi di kantor, nggak ada di rumah. Eh, ngotot malah maksa masuk. Kebetulan Dini yang bukain pintunya. Dia nggak tahu, nggak pernah lihat mereka. Mendengar kata ibu mertuanya Non, ya ngasih izin aja buat masuk." "Ya sudah Mbok, saya akan pulang sekarang. Tolong Mbok awasi terus gerak-gerik mereka

