Sejak subuh semua orang sibuk. Apalagi Bu Nuri. Wanita serba tahu dan serba bisa itu sepertinya hampir tidak tidur semalaman. Raka berkali-kali berpesan agar acara akad nikah kami sesuai dengan harapannya. Apakah Raka menikahiku karena keinginannya? Atau hanya karena ingin melindungi diriku atas permintaan orangtuanya? "Non Shinta, para penata rias sudah datang. Ditunggu di kamar tamu." Seorang pelayan menghampiriku. Sejak tadi aku hanya mondar mandir saja. Raka melarangku untuk membantu. Dia khawatir nanti aku kelelahan. Karena besok malam adalah acara resepsi kami. Aku melangkah menuju kamar tamu. Disana sudah ada beberapa wanita yang akan meriasku. "Silakan Nona!' Salah satu penata rias mempersilakan aku untuk duduk di depan cermin besar. Salah seorang dari mereka yang konon ka

