26. Kameramen Abal-abal

1880 Kata

Priska dengan wajah kesal berjalan keluar dari perpustakaan. Kakinya melangkah dengan entakkan kuat. Napasnya memburu. Rasanya, dia terlalu kesal dengan apa yang sudah terjadi baru saja. Rara dengan seenak jidatnya bersembunyi. Saat Priska sedang mencari sosok yang ia katakan tampan. Bahkan lebih tampan dari Pak Damar. Nyatanya, pria itu menurut Priska ‘B saja'. Melihat temannya telah keluar dari perpustakaan. Rara menoleh ke arah Lintang. Dia beruntung, pria itu tidak melihat ke arahnya saat dirinya sedang melihat ke arahnya. Kau memang sangat tampan! Kemudian dia pun tersadar, bahwa Priska mungkin saja sudah semakin jauh dari sana. Maka, ia pun segera pergi dari sana. Menyusul Priska yang sudah entah sampai di mana. “Kenapa jalannya cepat sekali, sih!” ucap Rara. Dia celingukan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN