99. Sedia Payung

1520 Kata

Rara masih mengikuti alur Priska. Gadis itu dengan sabarnya menunggu temannya membuka diri. Sedari tadi ia melirik pada gadis yang sedang duduk di depan laptop yang terbuka. Bungkusan makanan yang dia bawa telah habis isinya. Tak bersisa sedikit pun. Temannya itu kerap kali tertangkap olehnya sedang melihat ke arahnya. Ia tahu, gadis itu pasti ingin sekali menceritakan pengalamannya tadi. Tapi, entah kenapa ia terlihat begitu ragu.  “Ra, tadi aku ada telepon kamu?” tanya dia dengan raut wakah bingung. Apa lagi Rara. Dia kan memang mendapat telepon darinya. Kenapa sekarang malah dia pertanyaan sendiri? Seakan dia terlupa. Seakan dia merasa ada yang janggal dengan sesuatu.  “Lah tadi kan kau menelepon aku! Tadi yang minta dibawakan makanan siapa? Qorinmu? Enggak kan?” jawab Rara ketus. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN