Kedua gadis itu baru saja turun dari motor. Suasana kampus sudah ramai. Angin sepoi berembus pelan. Menggerakkan rambut mereka yang tergerai dengan perlahan. Langkah mereka mantap. Pandangan lurus ke depan. Dagu mereka terangkat dengan sempurna. Menunjukkan rasa kepercayaan diri mereka yang tinggi. Kedua gadis itu terus melangkah. Kedatangan mereka menarik perhatian banyak mahasiswa yang ada di sana. Para pria tampak menggerakkan kepala mereka mengikuti langkah gadis itu pergi. Bahkan sampai ada yang hampir terjatuh karenanya. Kedatangan mereka seakan magnet yang bisa menarik semua perhatian mereka dengan kuat. Dua gadis dengan kecantikan dan kecerdasan yang sudah diakui di sana. “Hai, Kak!” sebuah suara membuat mereka berdua berhenti. Menoleh ke arah sumber suara. Ada seorang gadis yang

