Semilir angin menyusup dari celah jendela. Memberikan kesejukan pada di pemilik ruangan. Kulit putih itu merasakan dingin yang menyejukkan. Menyentuh, lalu merayap di seluruh tubuhnya. Rasa segar dan secuil semangat mulai menguasai tubuhnya. Suara burung terdengar merdu. Tapi berisik bagi Priska yang masih ingin melanjutkan lelapnya beberapa menit lagi. Mereka terus berkicau rak peduli ada seseorang yang sedang ingin memperpanjang mimpinya. Gadis itu meraba tempat tidurnya. Dengan mata terpejam ia mengambil bantal dan menutupkannya pada kepalanya. Menghalau suara cicit burung yang terus beradu di depan ruang tidurnya. Sayangnya, hal itu tak mampu mengembalikan mimpi indah yang ia lihat. Semuanya perlahan menjadi terang, kesadarannya kian terkumpul, dan matanya terbuka secara bertahap. Rasa

