“Rara! Tunggu sebentar!” panggil Damar. Saat ia melihat teman dekat Priska sedang berjalan sendirian di Koridor kampus. Ia juga menambah kecepatan jalannya. Agar bisa menyusul langkah gadis yang sedang berjalan di depannya. Gadis itu menoleh dan menghentikan langkahnya. Sambil menganggukkan kepalanya pelan. Ia tersenyum tipis. Dalam hati dia bertanya-tanya. Kenapa dosennya memanggil dia? “Iya, Pak,” jawabnya. “Ada yang mau saya tanyakan sama kamu. Ini tentang Priska, apa dia memang tidak mau melanjutkan skripsi semester ini? Sudah sangat lama dia tidak datang bimbingan. Kamu saja sudah melakukan penelitian di sekolah. Kalau dia tidak juga datang bimbingan. Maka, ia akan semakin lama selesainya,” tanya Damar langsung pada intinya. Dia diam, menunggu jawaban sambil menatap lurus pada

