Mendengar ucapan Priska yang menyebalkan itu. Disti sebenarnya ingin sekali membalasnya. Tapi, mengingat dia sedang berada di tempat umum. Juga sedang ada di tempat orang berjualan bakso. Peringatan tentang disiram kuah bakso tampaknya membuat nyalinya ciut. Ya, walau dia juga tahu. Cak Sugi tak mungkin melakukan itu padanya. Karena dia tidak sejahat yang mulut Priska ucapkan. Ia hanya tidak ingin menjadi pusat perhatian banyak orang di sana. Jika itu sampai terjadi. Imejnya akan buruk dan menjadi gunjingan banyak orang nantinya. Disti mengentakkan kakinya dengan keras ke tanah. Tentu ekspresi kemarahan itu dia tunjukkan dengan jelas pada Priska. Kemudian dia pun memilih pergi dari sana. Ia sudah semakin mendidih dan hampir tak bisa menahan amarahnya. Dia mencoba meyakinkan dirinya sendi

