Bab 20 Berpisah Sesaat

1066 Kata

Pagi itu, Sita sudah bersiap. Dia menunggu Dafa menjemputnya. Dia akan mengantar kekasihnya itu ke bandara. Sambil menunggu, Sita sarapan bersama keluarganya. "Pagi-pagi udah rapi." Juna berkata. "Iya ayah. Hari ini mau anter Dafa ke bandara." Jawab Sita. "Dafa akan ke Amerika lagi?" "Iya. Keberangkatan jam 11 yah." Jawab Sita. "Kapan dia kembali nak?" Tanya Jihan. "Sepertinya enam bulan lagi dia kembali, sesudah dia wisuda bun." "Lebih cepet selesainya ya?" Tanya Jihan lagi. "Iya bun." "Nanti Dafa jemput ke sini atau kamu langsung ke bandara? Kalo langsung, biar ayah yang antar." Tawar Juna. "Dijemput Dafa yah. Nanti pulang ama sopirnya Dafa." "Baiklah kalo sudah ada yang antar jemput. Ayah dan bunda mau ke rumah nenek dulu ya. Mungkin sorean baru pulang." Kata Juna. "Sampaik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN