65 "Aku mohon, dengerin aku bicara dulu. Dan jangan coba memotong perkataanku lagi." nafasku kini sudah naik turun karena emosi yang kurasakan saat ini. "Kalau memang kamu udah dijodohin keluarga kamu dengan Lisa, aku nggak papa Rand. Lebih baik kita akhir---" Cupp.... Tangan Randy dengan cepat memegang tengkuk leherku, menariknya hingga bibir kami berdua saling bertemu. Dia bahkan menyempatkan untuk melumatnya sesaat dengan memaksa. Ciumannya bahkan terkesan sangat menuntut. Sesaat aku dibuat diam mematung oleh ulahnya yang dengan tiba-tiba memberiku ciuman paksa, dan aku sama sekali tak membalasnya. Hingga kemudian aku tersadar dan membuatku mendorong tubuh randy dengan kuat, agar dia menjauh dariku. "Kamu apa-apa'an sih Rand?!" "Kamu tahu, aku---mmppphh.." tiba-tiba randy mende

