5

1516 Kata
5   RANDY POV Gue bangun jam 6 pagi, memulai aktifitas gue dari mandi lalu kemudian makan. Gue heran, kenapa gue semangat banget hari ini, dan lagi nggak seperti biasanya gue bangun di jam sepagi ini. Bi siti yang sedari tadi sedang menata peralatan makan di atas meja itupun, menatap gue dengan tatapan yang terliha heran. Gue risih dong di tatap kayak gitu. "Bi siti ngapain sih ngeliatin aku kayak gitu?" tanyaku dengan nada sopan. Karena selama ini bibi lah yang merawat  gue sedari kecil disaat papa mama gue sibuk kerja. "Bibi cuman heran aja den, kok tumben aden bangun dan sarapan sepagi ini. Padahal biasanya kan bibi yang bangunin aden mati-matian." jawab bi siti yang kini sedang menuangkan s**u ke gelas gue. Gue diam, nggak bisa menjawab pertanyaan bi siti. Karena jujur, gue juga nggak ngerti dengan apa yang gue lakuin, bangun sepagi ini dan ingin secepatnya berangkat sekolah. "Shilla udah berangkat sekolah belum ya...?!" batinku bertanya-tanya. "Ngapain gue jadi mikirin dia mulu sih." gumamku sambil mengusap wajahku frustasi. Bi siti menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, karena heran melihatku yang berbicara sendiri. "Mikirin siapa den?" tanya bi siti. Gue kaget karena pertanyaan yang di lontarkan bi siti. "Hah?!!" "Eh, atau jangan-jangan.... Aden lagi mikirin pacarnya ya..?" tebak bisiti. "Pacar darimana, cewek aja aku nggak punya bi. Bibi aneh-aneh aja deh." sahutku dengan menormalkan sikapku yang sedang salah tingkah. "Masak sih den...?" tanya bi siti nggak percaya. "Padahal kan aden ganteng gitu, masak nggak ada yang mau ... Bibi nggak percaya." sahutnya dengan menyipitkan matanya. "Aduhh bi... Ini masih pagi.. Nggak usah kepo deh." gue menghentikan rasa keingin tahuan bi siti yang nggak akan ada habisnya kalau gue ladenin. ________________________ Randy memarkirkan motor ninjanya dan beranjak menuju kelas, sambil mengedarkan arah pandangannya kesekeliling sekolah untuk mencari keberadaan shilla yang akan menjadi pembantunya selama seminggu. Setelah melihat ke sekeliling sekolah, randy masih belum juga menemukan keberadaan shilla. "Ck,jangan-jangan dia bohongin gue, dan mencoba kabur dari gue." gumam randy berdecak sebal. Randy duduk di bangkunya dengan berbagai pertanyaan tentang shilla yang berkecamuk di fikirannya. "Ck, kalau gue punya nomer hp dia, pasti lebih gampang buat nyari tahu keberadaan dia. b**o banget sih gue."  fikir randy dalam hati. "Woi..... Bro....  Lagi mikirin apa'an lo? Mikir jorok ya??....." tebak delon yang baru tiba bersama raka dan boby. "Ck, emang gue itu lo, yang setiap hari suka mantengin situs xxx sambil megangin juniornya." sindir randy ke delon dengan berdecak sinis. "Eh anjing ya lo, mulut lo kok suka bener sih." ucap delon cengengesan. Dan siswa yang lain di kelas hanya menatap mereka dengan pandangan yang tidak bisa di artikan. "Eh si b**o, nggak tau malu. Lo nggak liat tu anak-anak pada liatin lo berdua goblok." sahut boby sambil menoyor kepala delon dan randy. "Ya allahh..... Maafin telinga raka yang udah nggak suci gegara omongan manusia laknat macam mereka ini ya allaahh.." ucap raka memohon sambil mengangkat kedua tangannya seperti sedang berdoa. Dan seketika itu randy,delon, dan boby, menjawabnya dengan nada mencibir. "Gila lo??"    - randy "Sakit lo??" ucap boby sambil sok-sok an memegang kening raka. "Mati aja sono!!!"   -delon. "Ughh.... Jahatnya kalian....!!" ucap raka sambil memanjakan nada bicaranya. "Najis gue lama-lama sama lo ka." ucap delon yang begidik jijik melihat kelakuan sahabatnya raka yang makin hari semakin absurd saja. "Jadi lo sebenarnya kenapa bro, kok kayaknya lagi mikirin sesuatu?!" tanya delon penasaran, yang kini sudah duduk di samping randy. "Emmm gue cum......" ucapan randy terhenti karena mendengar suara bel masuk kelas. Tanda pelajaran akan di mulai sebentar lagi. Randy bernafas lega, karena bisa terbebas dari pertanyaan yang terus di tanyakan delon. Selama pelajaran berlangsung, mata randy terus menerus melirik ke arah jam dinding yang berada di kelasnya. Hingga dia tidak fokus mendengarkan apa yang gurunya terangkan. "Jangan-jangan dia nggak masuk sekolah gara-gara sakit." batin randy. "Tapi ........ Cewek aneh dan galak kayak dia emang bisa sakit?!" batin randy berucap sambil menampilkan senyum di bibirnya. "Nih anak, jangan-jangan udah nggak waras kayak si raka." tebak boby dalam hati, sambil melirik ke arah randy yang senyum-senyum sendiri. ______________________ "Sayang........ Kamu akhir-akhir ini kemana aja sih, aku telfon nggak di angkat, aku chat nggak di bales. Di cariin di sekolah ngehindar terus. Aku kan kangen sama kamu beb..." rengek lisa yang kini telah duduk di kantin bersama randy sambil bergelayut manja di tangan kekar randy. Lisa adalah mantan pacarnya randy, yang baru di putusin randy baru-baru ini karena randy sudah merasa muak sama tingkah laku lisa yang sangat centil dan manja jika berada di dekatnya. Tapi..... Lisa merasa kalau hubungan mereka belum berakhir, di karenakan randy yang memutuskannya dengan alasan yang menurutnya sama sekali nggak jelas. Lagi pula, randy terpaksa mau menjalin hubungan dengan lisa di karenakan dare yang di berikan teman-temannya. Bahwa randy harus nembak lisa dan memutuskannya setelah 2 minggu. Tapi kini randy menyesal karena telah menerima dare yang di berikan oleh teman-temannya itu. Bagaimana tidak, kemanapun randy pergi, selalu saja di ikuti oleh lisa. Membuat randy menjadi pusing akan kelakuan si lisa yang selalu membuntutinya bila di sekolah. "Tau nih abang randy, kan kasian lisa jadi sedih..." sahut raka dengan gaya yang menirukan lisa barusan. "Anjiirrr ... Makin najis aja gue liat kelakuan lo yang lagi-lagi kayak gini ka." ucap randy sambil melepaskan tangan raka yang bergelayut manja menirukan gaya si lisa. "Ooohhh, berarti kalau si lisa yang bergelayut manja di tangan lo, gak najis dong ran..?" sindir delon tersenyum miring. Dan semakin membuat lisa memeluk tangan randy dengan erat. Randy hanya menatap tajam ke arah delon, yang di balas delon,boby, dan raka dengan tawa cekikikannya. "Lisa, bisa nggak lo lepasin tangan gue. Nggak enak di liatin sama anak-anak." ucap rendy sambil berusaha melepaskan pelukan lisa di tangannya. "Tapi kan gue kang.........." ucap lisa terpotong oleh randy yang bilang "lisa, denger ya.... Kita itu udah putus, harus berapa kali sih gue bilang sama lo." ucap randy mengingatkan. "Nggak ran.... Gue nggak nerima alasan lo buat mutusin gue. Lagian gue kurang apa coba ?! Gue udah cantik, kaya, sexy, pengertian. Semua cowok-cowok tergila-gila pengen jadi pacar gue ran.... Tapi kena........" ucapan lisa terpotong lagi oleh randy. "Ya udah, kenapa lo nggak nyoba buat pacaran sama orang yang ngejar-ngejar lo aja." sahut randy memberi solusi. "Randy..... Kamu kok jahat banget sih, hiks.... Hiks..." ucap lisa yang kini sudah menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ketiga teman randy menatapnya tak percaya, karena randy yang kemudian berdiri pergi meninggalkan lisa yang sedang menangis. Bahkan randy sama sekali tidak memperdulikannya. "Gila, berasa kayak nonton drama korea gue." ucap boby tak percaya sambil berbisik ke telinga delon. "Eh, bukan drama korea lagi, tapi drama india yang ada musiknya tung...... Tararara tung.... Tarara tung......tararaa...." bisik raka ke boby dan delon. "Ya elahh nih anak ogeb nya kumat lagi." cetus delon sambil memutar kedua bola matanya malas. "Cabut gue." sahutnya, yang di ikuti oleh raka dan boby. Mereka bertiga pergi meninggalkan lisa yang menangis sendirian di sana.. _________________ Randy berjalan melewati kelas shilla, berharap dia bisa menemukannya. Pandangannya tertuju ke arah salah satu bangku yang berada di kelas shilla. Dimana disana terlihat jelas shilla sedang berbicara bersama seorang lelaki, dan sesekali shilla tersenyum ramah ke lelaki itu. Entah mengapa, melihat shilla yang sedang terlihat senang berbicara dengan lelaki lain membuat hatinya sedikit sakit, dan kesal di buatnya. Tanpa fikir panjang, randy yang sudah merasa kesal itu datang menghampiri shilla. Menarik kuat tangan shilla untuk keluar dari kelasnya, menjauhi lelaki yang sedang mengobrol dengan shilla. "Randy apa-apa an sih?" protes shilla yang sudah merasakan sakit di tangannya akibat cengkraman randy. Tapi randy tidak memperdulikannya dan tetap menarik tangan shilla menjauh dari sana. "Randy ....... Lepasin tangan gue! Sakit tau." protes shilla kembali dengan menghempaskan tangan randy dengan kasar. "Randy, lo kenapa sih? Datang tiba-tiba sambil narik-narik tangan orang. Nggak sopan tau!" protes shilla sambil memegangi pergelangan tanganya. "Mana hp lo?!" tanya randy dengan nada kesal, sambil mengulurkan tangan kanannya ke depan. "Hah?"  shilla membuka mata dan mulutnya bersamaan karena heran dengan sikap randy yang tiba-tiba meminta hpnya. Dan seketika itu pula shilla mengingat kejadian ketika dia dan randy sedang berdebat di depan toko buku. "Oh shit." ucap shilla mengumpat dalam hati, sambil memalingkan wajahnya dari randy. Shilla nyengir, menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. "Emm...... Ran.... Sorry, gue lupa. Sumpah deh. Please ya ran... Jangan ambil hp gue, ini kan hp gue satu-satunya." mohon shilla memelas kepada randy dengan memasang wajah puppy eyes nya. "Shill..., lo tu nggemesin banget sih..... Gue kan Jadi say........" ucapan batin randy terpotong karena randy tersadar dari apa yang akan di katakan selanjutnya. "Anjiiirr.........Otak gue mikir apa sih..?!" batin randy. "Randy....... Lo dengerin gue nggak sih...?!" ucap shilla sambil mengibas ngibaskan tangannya di depan randy. "Eh cewek bego.... "Kata randy sambil menyentil dahi shilla. "Aww..... Sakit b**o!!!"  protes shilla sambil mengelus elus dahinya yang sedikit nyeri. "Yang mau ngambil hp lo tuh siapa??!"  tanya randy dengan heran. "Ya kali aja kan, gara-gara gue hari ini lupa buat nurutin perintah lo yang kemarin, sebagai gantinya lo mau ngambil hp gue. Kayak yang lo bilang ke gue kemarin." jawab shilla tertunduk lesu. "Ck, ini juga perintah gue sebagai majikan lo ya. Cepet siniin hp lo!!" ucap randy berdecak kesal karena shilla yang belum juga memberikan hp milik shilla. Akhirnya shilla dengan malas mengeluarkan ponsel miliknya dari saku rok yang di kenakannya, dan memberikannya ke randy. Randy yang menerima hp shilla, langsung membuka layar ponsel yang ternyata tidak memakai password itu, untuk menyimpan nomor hp randy. Dan dia mendial nomornya sendiri menggunakan hp shilla. Lalu handphone shilla di kembalikan randi begitu saja. Membuat hati shilla bertanya-tanya. "Apa yang dilakuin randy sama handphone gue?! Aneh." Bersambung..  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN