12
Akupun menghela nafas berat, berdiri dan berbalik mendekati jendela kamarnya, yang kini aku membelakangi shilla yang masih terduduk di lantai. Akupun berkata "oke, kalau lo nganggap gue bukan siapa-siapa lo, berarti lo punya hutang ke gue sekarang. Karena gue kan udah nyelametin lo tadi." ucapku penuh Maksud tertentu.
***
SHILLA POV
"Hutang?? Maksud lo, lo mau meminta bayaran ke gue soal tadi?" tanyaku heran.
"Iya. Tapi bukan dengan uang." ucapnya masih dalam keadaan membelakangiku.
Perasaanku tiba-tiba menjadi tidak enak, karena ucapan randy barusan."jangan-jangan.... Dia merencanakan sesuatu yang licik.." fikirku dalam hati.
Akupun akhirnya menanyakan maksud dari randy itu. "Terus?"
Kemudian lelaki yang sedari tadi berbicara dengan membelakangiku tersebut, akhirnya berbalik mendekat ke arahku yang masih dalam posisi duduk di lantai.
"Gue mau lo jadi pacar gue!!" ucapnya enteng tanpa beban.
Aku yang mendengar pernyataannya tersebut di buat kaget seketika olehnya, bahkan aku yang tadinya masih duduk, kini aku sudah berdiri dengan membelalakkan kedua mataku dan mulut yang terbuka lebar. "Hell...!!".
"Lo udah gila?? Maksud lo, lo nembak gue sekarang??" kataku yang merasa tidak percaya.
"Heh b**o', jangan GR dulu lo. Maksud gue, gue mau lo jadi pacar pura-pura gue." ucapnya dengan senyum menyeringai.
"Apa-apa an sih dia..... Berkata se'enaknya kayak gitu." batinku.
"Nggak, gue nggak mau!!" tolakku dengan tegas, sambil melipat kedua tanganku.
"Ck, kan lo sendiri yang bilang, kalau gue bukan siapa-siapa lo. Emangnya lo mau, kalau lo punya hutang budi sama orang yang bukan siapa-siapanya lo??!" ucap randy menjelaskan.
"Huftt....!! Dasar laki-laki menyebalkan!!"
Aku terdiam sambil memkirkan ucapannya. Huh, baru saja aku berfikir kalau dia baik banget mau nyelametin aku dari dalam gudang. Nggak tau nya sifat evil nya masih tetap sama. Nyesel banget aku udah mengira dia baik.
"Heii.. Kenapa diam?? Gimana? Lo mau apa nggak??" tanya randy yang memecah keheninganku.
"Berapa lama??" tanyaku ingin tahu.
"Tiga bulan??" -randy
"Lama banget!! Nggak mau gue." -shilla
"Dua bulan??" tawar randy.
"No!!!!" tolakku cepat.
"Lah terus??" tanya randy.
"Satu bulan! Kalau nggak mau, ya udah gue nggak peduli." kataku menawarkan sambil menunjukkan jari telunjukku.
"Ck, ya udah oke." ucapnya kesal.
Sebenarnya aku malas banget nurutin kemauan dia. Tapi mau bagaimana lagi. Dari pada aku harus hutang budi sama dia, nanti dia malah makin besar kepala.
Akhirnya dia ku usir agar cepat pulang, tapi sebelum pergi, dia bilang kepadaku kalau mulai besok aku udah resmi jadi pacar pura-puranya.
Dan akupun mengiyakannya dengan malas.
"Tuhaann dosa apa yang aku perbuat, sampai-sampai aku mengenal lelaki gila seperti itu."
Kayaknya, mulai besok hidupku akan bertambah makin tidak tenang.
***
AUTHOR POV
Pagi yang cerah mengawali aktivitas seorang lelaki yang saat ini tengah merasakan hatinya yang sudah berbunga-bunga.
Bagaimana tidak, randy yang semalam telah membuat shilla mau agar menjadi pacarnya itupun , sangat senang di buatnya. Sampai-sampai semalam dia nggak bisa tidur dengan nyenyak.
Karena randy memikirkan rencana apa saja yang bakal dia lakuin untuk pacar pura-puranya tersebut.
"Loh den, kok tumben bangun sepagi ini?? Terus aden kemarin kenapa nggak pulang??" tanya bi siti penasaran.
"Nggak apa-apa bik, kemarin randy cuman lagi pengen nginep di rumah temen aja kok." jawab randy dengan menggigit roti kejunya.
Yahh.... Memang randy yang semalam pulang dari tempat kos shilla, dia langsung balik ke rumahnya dengan mengendap-endap, tapi ternyata ketahuan sama bik siti.
Pada saat randy nanya tentang mama papanya, bi siti pun memberitahu kalau orang tuanya randy sedang ada urusan di luar kota, dan baru akan balik satu minggu lagi.
"Ohh. Tapi den , itu mukanya kayaknya lagi seneng banget. Hayooo.....ada apa den? Apa aden nggak pengen cerita sama bibi?" ucap bik siti dengan sifat keponya.
"Ada dehhh.... Bik siti kepo banget sih. Ya udah, kalau gitu randy berangkat sekolah dulu ya bik?!" pamit randy sambil membawa roti yang belum habis di makannya tadi.
"Iya den hati-hati."
Randy pun mengendarai motornya ke sekolah dengan terburu-buru. Karena ingin melihat shilla secepatnya.
Setelah sampai, dia pun sibuk mencari tempat untuk memarkirkan motornya. Lalu melangkahkan kakinya menuju kelas.
Di kelas, dia di sapa oleh ke tiga temannya yaitu raka, boby, dan delon.
"Waaahhh.... Dah masuk lo bro?!" tanya raka sambil melakukan tos persahabatan.
"Iya nih, lo berdua kenapa bolos nggak bilang-bilang sih?! Tau gitu kan gue bisa ikut." sambung delon yang ditujukan untuk randy dan boby.
"Eh iya, emang lo berdua kemarin bolos kenapa?" tanya raka ingin tahu.
Randy dan boby pun saling melirik. "Lah, kenapa malah lirik-lirikan??" ucap delon yang merasa heran dengan tingkah kedua sahabatnya itu.
"Jangan -jangan.....mereka berdua ada apa-apa lagi." tebak raka curiga, yang langsung di hadiahi jitakan oleh boby.
"Aduhh, sakit b**o'. Lo tu ya, kebiasaan banget mainnya sama tangan, udah kayak emak tiri aja lo." cetus raka dengan memegangi kepalanya yang sakit.
"Bodoh amat. Lagian, lo nebak kira-kira dong.. Gue sama randy bolos kemarin itu soalnya si randy lagi mabok berat akibat terlalu banyak minum di bar sama gue." ucap boby menjelaskan.
"Nah loh.... Kalian ke bar, kenapa nggak ngajak-ngajak kita sih??" protes delon.
"Soalnya si randy ngajakin gue ke barnya tu mendadak banget."ucap boby menjelaskan.
"Lagian, si randy juga ke bar gara-gara ada masalah sama si shi—" ucapan boby terpotong oleh randy yang sudah merangkul pundaknya dan menyela perkataanya. "Eh bob, lo nggak pengen minjam catatan saat lo nggak masuk kemarin?" ucap randy ke boby dengan menatapnya tajam dengan maksud agar dia tidak melanjutkan perkataanya.
Boby yang di tatap tajam itu, hanya nyengir sambil menggaruki kepalanya yang tidak gatal. Membuat raka dan delon semakin terheran-heran dengan kelakuan kedua sahabatnya tersebut.
Randy, sebenarnya sangat ingin menanyakan kepada raka dan delon tentang perbuatan lisa kemarin ke shilla. Tapi tidak jadi, karena randy melihat jam yang sudah akan masuk pelajaran.
Yah, dia hanya berfikir, siapa tahu kedua temannya itu mengetahui kejadiannya.
Saat di kantin sekolah..
Ke empat lelaki tersebut tengah menikmati makanannya sambil berbincang-bincang kesana kemari.
Sesaat kemudian datanglah pengganggu yang merusak suasana hati mereka, terutama randy.
"Sayang, suapin aku dong...!! Aku pengen makanan yang kamu makan." ucap lisa merengek manja ke randy.
Randy mendengus kesal, dan bilang "beli sendiri kan bisa."
"Tapi kan aku maunya sama yang punya kamu sekarang ini randy." rengek lisa sambil merangkul lengan randy.
Dan itu sukses membuat randy risih dan kesal karena kelakuan lisa yang tak tahu malu itu. Apa lagi kalau randy mengingat-ingat kejadian yang menimpa shilla, yang di lakukan oleh lisa.
Randy pun melepas kasar tangan lisa dari lengannya. "Lo jangan pernah nyentuh gue kayak gitu lagi." ucap randy memperingati.
"Kamu kasar banget sih sama aku rand." kata lisa yang memasang tampang sedih.
"Lo emang pantes di kasarin!!" ucap randy tanpa menoleh ke lisa.
"RANDY....!!!" teriak lisa ke lelaki itu, karena tidak menyukai perkataan randy barusan.
Tapi, delon tiba-tiba bersuara "lis udah deh, lo nggak usah gangguin randy lagi bisa nggak?!"
"Tau nih, lagian kan lo sama randy udah putus hubungan dari kemarin-kemarin." sahut raka menambahkan.
"Betul." sahut boby membenarkan dengan menjentikkan jarinya.
"Tap—" ucapan lisa terpotong oleh boby.
"Lagian lo tu jadi cewek jangan halu napa. Udah jelas-jelas nggak ada hubungan lagi. Tapi masih aja lo manggil si randy pakek sayang-sayangan. Emang lo nggak malu?? Jangan jadi cewek yang nggak punya harga diri dong lo!!" ketus boby panjang lebar, yang sukses membuat lisa menjadi kesal.
Dan lisa pun tidak terima dengan perkataan boby barusan. Dan dia mengatakan ke boby, kalau lelaki itu tidak perlu ikut campur mengenai hubungannya dengan randy. Karena hal itu bukan urusan boby.
Tapi, randy menyela perkataan lisa dan mengatakan bahwa tentu saja itu ada hubungnnya, karena randy adalah sahabat boby.
Lisa pun di buat bertambah kesal akibat ucapan randy dan teman-temannya tersebut. Lisa pun akhirnya menggebrak meja dan berdiri hendak meninggalkan tempat itu. Tapi lengan lisa di tahan oleh randy yang mengatakan "lo jangan pernah coba-coba buat ngganggu shilla kayak kemarin, atau lo bakal tahu sendiri akibatnya." ancam randy dengan wajah seriusnya.
"s**l, jadi randy udah tau?! Apa jangan -jangan dia juga yang udah nyelametin cewek b******k nggak tau diri itu?!" ucap lisa dalam hati.
Lisa pun melepaskan genggaman tangan randy dari tangannya,dan mengatakan kalau randy tidak berhak mengancamnya seperti itu, karena shilla bukan siapa-siapanya randy.
Tanpa fikir panjang, randy pun menjawabnya dengan "tentu saja ada hubungannya sama gue. Karena shilla sekarang udah jadi pacar gue!!" ucap randy menjelaskan.
Lisa pun menganga tak percaya akibat perkataan randy yang sangat menusuk hatinya tersebut. Karena sudah tidak kuat menahan air matanya, lisa pun berlari pergi meninggalkan tempat itu.
Bersambung