“Setelah semuanya terjadi, memang waktu tak akan pernah bisa diputar kembali. Namun, menjalani hidup dengan kekuatan sendiri tidak pernah terbayang sama sekali.” ---- Tak ada yang Aly lakukan selain berdiam diri di kamar. Memeluk jaketnya sendiri yang baru dikembalikan setelah digunakan mendiang Vanila tempo hari. Ia masih belum berani keluar rumah. Ia masih merasa kalau tatapan orang-orang tengah menghakiminya. Padahal, kenyataannya semua orang tahu kalau semua yang terjadi bukan salahnya sama sekali. “Ly, lo di dalem, kan?” Bima yang sebelumnya meminta kunci cadangan kamar Aly langsung menerobos masuk ke dalam kamar sahabatnya itu. Sheila sebenarnya tahu kondisi Aly. Tentu saja dari cerita Bima. Namun, wanita paruh baya itu tak berani sekedar menegur atau bertanya pada putranya karen

