“Seharusnya, sedari awal kita sadari. Kalau kita tidaklah sempurna.” ---- Pertandingan kali ini berjalan mulus dan kemenangan bisa didapat dengan mudah oleh tim basket sekolah Aly. Karena, ini baru langkah awal. Tentu saja, tidak akan sesulit itu untuk mendapat tempat menuju babak selanjutnya. Baik Aly maupun yang lain tampak bahagia dan mulai mengerti kondisi lapangan. Aly kembali mengingat kalau Vanila ternyata menyusulnya dan yang ia ketahui kalau kekasihnya itu belum juga tiba. Namun, ia menyimpan semua pertanyaan itu di dalam kepalanya karena pertandingan yang kembali dimulai. Kini, ia menghampiri Erick yang memang sepertinya menunggu dirinya. Seorang diri. Aly yang belum berganti pakaian lebih memilih menghampiri Erick yang tampak gelisah dalam duduknya. Adik kelasnya itu terliha

