Sepasang suami istri kini telah berada di dalam mobil yang dikendarai oleh Will, walau harus membawa Kimberlie dengan susah payah akhirnya atas bantuan dari Owen sang papa, Nicholas dapat membawa pulang Kimberlie juga tanpa hambatan berlebih selain drama tangis-tangisan Iva yang begitu heboh di gereja.
Nicho mempersilahkan Kimberlie untuk masuk duluan kedalam lift khusus tempat ia akan naik ke apartemennya dan langsung masuk kedalam penthouse miliknya, didalam lift Kimberlie berdebar karena hanya berdua saja dengan Nicho yang dari tadi mengamatinya dengan seksama.
“Dimana aku pernah melihatmu?” tanya Nicho tiba-tiba membuat Kimberlie spontan mendongakkan wajahnya.
“Hah?!” jawab Kimberlie dengan wajah kaget dan selalu memerah setiap kali berdekatan dengan Nicho. Sejenak keduanya saling berpandangan satu sama lain, Nicho lagi-lagi teralihkan dengan bibir ranum Kimberlie dan mengingat rasanya berciuman dengan bibir rasa strawberry itu.
TING!
Suara pintu lift menyadarkan keduanya, “Lupakan pertanyaanku tadi, masuklah ini akan menjadi tempat tinggal kita selama menikah,” ucap Nicho yang sudah kembali pada logika dan dunia nyatanya.
Ia berjalan mengarahkan Kimberlie kesebuah kamar dicat putih dengan list cream di atas plafonnya, tempat tidur lebar juga berwarna putih dengan selimut berwarna cream bahkan diatas kepala tempat tidur terpajang sebuang quotes yang dibingkai dengan indah bertuliskan “You Will Be My Always” Kimberlie membacanya dengan penuh kebahagiaan sambil menggigit bibir bawahnya.
“s**t! Tulisan itu pasti pekerjaan Will,” umpat Nicho dalam hati.
“Baiklah kau bisa berganti pakaian lebih dahulu, lalu aku menunjukkan dimana dapur jika kau ingin memasak atau melakukan aktifitas apapun, di atas ada studio seni dengan semua alat lukis dan alat lainnya aku tidak paham nama-namanya,” terang Nicho membuat Kimberlie terkejut.
“Kau mengingat semua kesukaanku Nicho?” tanya Kimberlie begitu terkejut.
“Hah?! mengingat?” Nicho balik bertanya dengan heran.
“Sudahlah lupakan aku akan mandi dulu, setelah aku akan menyiapkan makan malam,” ucap Kimberlie lalu segera masuk ke kamar mandi tanpa menutup pintu kamarnya. Kim masih belum tau jika malam ini dan malam-malam selanjutnya dirinya hanya akan tidur sendirian di kamar ini.
Ia segera mandi dan memberihkan dirinya dengan sabun dan sampo wangi rose, tidak lupa Kim juga mengoles bodylotion wangi rose di sekujur tujuhnya. Dengan rambut agak basah menggunakan minidres ketat berwarna hitam berkain stretch sutra sebagai baju tidurnya, Kimberlie melangkah ke dapur menyusul Nicho yang lagi sibuk dengan membuat jus semangka.
“Nicho sini aku bantu,” ucap Kimberlie mendekat dan mengambil potongan semangka yang ada telah di potong dadu oleh Nicho dan segera memasukkannya kedalam blender. Betapa tercengangnya Nicho saat melihat pemandangan yang begitu indah dan seksi!
Bagai terhipnotis kaki Nicho melangkah tanpa diperintah, Ia lalu menarik pinggang Kimberlie dan merapatkan tubuh Kimberlie ke dadanya. “Ah!” pekik Kimberlie yang terkejut.
Mata Nicholas sudah berkabut kini Ia sudah lupa dengan segala rencananya, ditariknya dengan lembut tengkuk Kimberlie, Nicho mencium aroma kesukaannya, nadinya menegang kala aliran darah berdesir di sekujur tubuhnya. Ia langsung melumat bibir Kimberlie dengan lembut dan dalam.
Mengatasi lumatan dan pagutan membuat Kimberlie merasa kelimpungan dan hampir kehabisan nafasnya, lagi-lagi ia merasakan jantungnya ingin melompat. Kimberlie lalu menatap mata Nicho yang terlihat begitu berkabutkan gairah. Nicho lantas menggendong tubuh Kimberlie menuju ke kamar putih milik sang wanita dan membaringkannya dengan lembut diatas ranjang empuk termahal yang dibelinya bukan demi kenyamanan tapi karena memang ia ingin dan mampu.
Kimberlie mulai bisa menyesuaikan pagutan Nicho yang terasa begitu dalam dan nikmat, terbawa dengan suasa syahduh Kimberlie membalas ciuman tersebut dengan juga menyesap bibir bawah Nicholas. Merasakan adanya balasan dari wanita yang kini berbaring di bawah kungkungannya tangannya tak mampu hanya berdiam saja tanpa menyentuh tubuh Kimberlie lebih jauh lagi.
Tangan Nicholas merajai setiap jengkal tubuh dan merasakan lembutnya kulit pada sekujur tubuh yang kini menjadi istrinya itu. Ia menurunkan tali pakaian mini Kimberlie dari bahunya dan melihat indahnya tulang belikat milik yang istri yang begitu menggoda.
Di kecupnya tulang belikat tersebut dengan tangan yang mulai mengelus paha putih Kimberlie.
“Ah!” desah Kimberlie tak tertahankan dikala ia merasakan tangan Nicho masuk lebih jauh dibalik rok dress yang dipakainya.
Tiba-tiba suara ponsel berbunyi begitu nyaring dengan nada panggilan khusus hingga membuat Nicho sadar seketika dan langsung berdiri sambil melonggarkan dasinya.
“s**t!” umpat Nicho dengan gusar.
Nafas Kimberlie terlihat tersengal-sengal Ia begitu malu dengan apa yang barusan terjadi, pakaiannya sudah hampir lolos kebawah, namun untung saja semuaa bagian intimnya tidak terekspos dan belum sampai terlihat seluruhnya. Tidak tau apa yaang terjadi Kimberlie langsung menarik selimut dan menutupi tubuh yang hampir seluruhnya telah disentuh dengan instens oleh Nicho.
“Aku, harus keluar dulu. Kau masak saja makanan untukmu. Panggilan itu pasti begitu penting,” ucap Nicholas begitu gugup sekaligus marah dengan dirinya sendiri.
Ia langsung keluar kamar dan menutup pintu kamar Kimberlie. Nicho kembali menghubungi nomor Angel, yah! Angellah yang baru saja menghubunginya.
“Halo Baby? Maaf aku tadi sedang mandi,” bohong Nicho.
“Benarkah? Aku pikir kau bercinta dengan istrimu itu,” ucap Angel dengan suara yang begitu sinis.
“Aku tidak akan menyentuhnya, aku harap kau juga tidak bermain api disana Angel,” ucap Nicho yang tiba-tiba saja mengingat percakapan panasnya dengan Galaxy saat di gereja tadi.
“Apa maksudmu? Apakah kau pernah melihat aku dekat dengan pria lain selama berkarir sebagai artis? Aku menolak banyak lelaki karena hanya kau Nicho satu-satunya pria yang kuijinkan menyentuhku dan menghangatkan tubuhku,” rayu Angel.
“Benarkah?” tanya Nicho sambil mengulum senyumnya.
“Ah kau ini, selalu saja suka membuatku gelisah,” ucap Angel dengan nada begitu manja.
“Aku sangat merindukanmu, Baby,” ucap Nicho sungguh-sungguh.
“Aku juga sangat merindukanmu sayang, pastikan saja kau tidak tergoda dengan tubuh molek istri baru pilihan orang tuamu itu,” ucap Angel begitu emosi.
“Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa aku tidak apa-apa menikah, asal seluruh saham jatuh ketanganku dan kau sendiri yang mengatakan akan merebut statusku dari anak yatim piatu ini,” sergah Nicholas mulai emosi saat mendengar nada suara Angel mulai berbeda.
“Yah aku tau! Tapi apakah kau tidak tau bagaimana khawatirnya aku saat ini? Apa kau tidak tau bagaimana aku gelisah takut kau tergoda oleh jalang itu!” teriak Angel.
“What Angel! Apa kau gila mengatakan ini kepadaku? Jika aku laki-laki lain sudah lama aku akan mencari penggantimu tapi hanya kau satu-satunya wanita yang kucintai dan tak tergantikan, apakah kau masih tidak paham akan perasaanku kepadamu?!” bentak Nicho.
“Apa yang kau katakan Nicholas Cale?” tanya Kimberlie dari belakang punggung Nicho yang seketika itu juga langsung berbalik karena terkejut melihat Kimberlie sudah berdiri dibelakangnya dengan airmata yang mengalir cepat di kedua pipinya.