“Tuan, saya mohon Tuan. Tolonglah minta bantuan Nyonya, untuk kali ini saja. Anda hanya tinggal menyeberang ke gedung depan. Dan memanggilnya serta meminta tolong dengan baik-baik. Saya yakin, Nyonya tidak akan menolak.” Will berusaha untuk meyakinkan Nicholas untuk meminta bantuan Kimberlie karena syarat yang diajukan oleh Profesor bukanlah syarat yang bisa dirundingkan. “Argh! Kau ini, cerewet sekali Will. Pusing aku mendengar suaramu dari tadi. Awas, aku pergi sekarang.” Nicholas lantas turun ke lobi dan menyeberang ke Gedung Heaven Jewerly. Baru saja ia memasuki lobi, dari balik kaca Nicho melihat interaksi Kimberlie dengan pria yang menjadi musuh bebuyutannya. Siapa lagi, kalau bukan Marvin. Tangan Nicholas terkepal geram, ia jengkel dan merasakan perasaan yang belum pernah dirasa

