Kedua orang tua Nicholas merasa sangat bangga, sekaligus bahagia saat mendengar Nicholas memperkenalkan Kimberlie secara langsung kepada, Bapak Menteri beserta para jajaran Direksi dan Manager sebagai istrinya. “Aku yang meminta Chloe untuk membuat Kimberlie secantik itu, lihatlah, Nicholas tidak mau beranjak dari sisi Kimberlie,” bisik Iva kepada suaminya. “Nicho sudah mulai mencintai Kimberlie, hanya saja dia masih gengsi, Ma.” Owen juga tak kalah bahagia saat membicarakan anak dan menantunya. “Tapi, kenapa wajah Kimberlie terlihat khawatir, Pa?” tanya Iva yang sejak tadi memperhatikan Kimberlie berinteraksi dengan kolega suaminya. “Iya, ini ada yang salah. Will, pasti akan mencari tau. Lihatlah mereka sudah mulai bergerak.” Owen memperhatikan pergerakan Will yang terlihat mempersiapk

