Pagi kembali menjelang, sang mentari sudah bersinar terang menerangi bumi. Cahaya hangatnya masuk melalui celah-celah jendela kamar yang menyorot langsung wajah tampan pria yang masih terlelap dalam tidur nyenyaknya. Kring!! Kring!! Kring!! Suara nyaring alarm yang berasal dari ponsel yang tergeletak di nakas sisi ranjang mengusik tidur tampan Jevan. Ia mengernyitkan dahi dengan mata yang masih setengah terpejam. Tangannya bergerak refleks menutupi wajahnya dari sorotan sinar matahari. Ia membalikkan badan dari posisi tidur miringnya dengan satu tangan terjulur mengambil ponsel di nakas yang masih berbunyi nyaring. Sambil mengubah posisinya menjadi duduk bersandar pada sandaran ranjang, ia melirik jam yang sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Ini bukan hari weekend, bukan juga hari l

