Jevan menyodorkan segelas air putih ke Clara agar gadis itu bisa tenang. Kemudian ia membuka mantel lalu menyampirkannya di sofa dan berjalan ke arah Clara lagi sebelum akhirnya meletakkan gelas yang diberikan Clara di nakas sisi ranjang. Setelahnya Jevan menarik salah satu kursi yang ia gunakan untuk duduk di depan Clara. Kedua tangannya mengambil tangan Clara lalu menggenggamnya lembut. Gadis itu masih tertunduk dengan wajah yang kacau sehabis menangis. Matanya sembab, bekas air mata terlihat jelas di pipinya. Hati Jevan seperti diremas kencang melihat Clara yang lagi-lagi menangis seperti ini untuk kedua kalinya saat ia berada di Perth. Percaya atau tidak, tangisan Clara selalu terdengar memilukan dan membuat siapa saja yang mendengarnya seakan ikut larut dalam kesedihan tersebut. Sat

