28

1017 Kata

  Sudah 2 hari berlalu dan masih belum ada kabar mengenai keberadaan Regan. Saat ini Agneta masih duduk di atas ranjang Regan memeluk foto Regan dan dirinya. Pikiran buruk terus saja mengusik dirinya membuat dia tak bisa memejamkan matanya bahkan bisa menikmati makanannya.             “Regan kamu dimana nak? Hikzzz....hikzz....” isakan tangis Agneta begitu memilukan, ia menangis meraung seraya memeluk pigura milik Regan.             Tak ada yang lebih berarti di dalam hidupnya selain kehadiran Regan, permata hatinya. Dulu saat Agneta tau dia mengandung, semua keluarga menganggapnya sial, dan membuangnya bahkan Ayahnya sendiri tega mencoret nama Agneta dari kartu kerluarganya dan menyatakan bahwa Agneta telah meninggal dunia. Itu seperti sebuah kutukan bagi Agneta saat ia melihat surat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN