Yara menatap gedung mungil di hadapannya, jika dulu tempat ini menjadi tempat tinggal untuk mengasah kemampuannya sebagai chef, namun sekarang tempat ini sudah digantikan dengan butik baru. Hhh.. mungkin sudah jalan nya dia harus meninggalkan negara yang membawanya dalam kebahagiaan disertai beberapa sakit atas penolakan mertuanya. Yara menggeleng, "Stop memikirkan semuanya, kamu udah melakukan yang terbaik selama ini jadi sekarang saatnya kembali ke tempat dimana kamu seharusnya berada." gumamnya berbalik tak ingin mengenang semua kenangan pahit yang ia lalui. Tak lama sebuah mobil mewah berhenti di depannya, keluarlah pria yang di tung… no ia tidak menunggunya kok. 'Kan janji nya disini jadi aku gak nungguin dia yang gimana-gimana dong.' kenapa jadi gugup sih melihat Jung berdiri di h

