Pagi ini, Zafran sudah bersiap untuk mengantar Nayra ke kampus. Ada beberapa hal yang harus diselesaikannya sehubungan dengan statusnya sebagai mahasiswa baru. Bu Rahman sudah menyiapkan sarapan paginya berupa bubur ayam kesukaan Nayra ketika sarapan pagi. Sebelumnya, Zafran sudah diminta untuk sarapan oleh Bu Rahman. “Sebaiknya kamu sarapan dulu, Mas Zafran. Agar nanti ketika Non Nayra siap berangkat, kamu sudah siap.” Bu Rahman selalu seperti itu, ramah dan hangat pada semua karyawan Surya. Zafran tersenyum manis dan mengangguk. Tersenyum manis? Hei? Apakah ini bukan sebuah kesimpulan yang salah? Bukannya selama ini Zafran selalu jarang tersenyum? Tapi mengapa semenjak memasuki rumah ini dia begitu mudah untuk tersenyum? Kewaspadaan yang selama ini selalu Zafran bangun, seolah luntur d

