“Kita saling menautkan janji, tangan dan hati. Semoga kita tidak semudah itu mengucapkan kata berhenti.” ---- Ayu tahu kalau Arjuna tidak marah. Namun, wajahnya masih terlihat tidak mengenakkan. Ia sendiri sungkan untuk bertanya meski mereka duduk berhadapan. Ayu memilih untuk segera menyantap sarapannya tanpa mempedulikan kakaknya yang tengah mencuri pandang ke arahnya. “Ini masih pada mau diem-dieman?” Delima memecah keheningan yang terjadi di meja makan. Ia merasa kalau atmosfer di antara kedua anaknya terasa kurang baik. “Mas makan dulu, Bu.” Arjuna menjawab terlebih dahulu. Membuat Ayu mengurungkan niat untuk menjawab. Arjuna masih belum bicara apa-apa kepada Ayu meski sang adik sudah meliriknya berkali-kali. Menunggunya bertanya atau mengajaknya berangkat ke kafe bersama. Lelaki

