“Dari sekian banyak orang dan sekian lama waktu yang sudah dilalui. Mengapa harus kembali bertemu dalam situasi yang tidak terduga sama sekali?” ---- “Kenapa ngajak Mas, sih? Kenapa gak ngajak Sandi aja?” tanya Arjuna yang tergesa-gesa menuruni anak tangga. Bukannya menjawab, Ayu malah memajukan bibirnya. Alasannya, apa lagi kalau bukan karena dirinya terlalu bosan menunggu sang kakak yang mengatakan hanya mandi saja. “Cemberut aja. Ayo berangkat!” “Mas Juna kayak gak ikhlas banget nganterin Ayu. Padahal, Mas Juna sendiri yang bilang jangan pacaran mulu.” “Siapa yang gak ikhlas? Kan, tadi cuma tanya. Baperan aja terus!” Arjuna mengapit kepala Ayu di ketiaknya sampai mereka sampai di mobil yang akan mereka gunakan. Ia tidak melepaskannya meski Ayu sudah berteriak dan memukul-mukul pu

