12. Sebuah kenyataan

1640 Kata

“Kita masih berupa rahasia. Karena aku belum mengenalmu, begitupun sebaliknya.” ---- Arjuna masih menunggu Ayu dengan cemas di ruangannya. Semoga saja, Ayu bisa menghadapi ini. Ia yakin kalau adik semata wayangnya itu sudah besar dan tahu bagaimana cara menyikapi suatu masalah. Tetapi, sebagai seorang kakak, apalagi laki-laki, ia merasa harus menjaga adiknya. Arjuna kini mondar-mandir tidak jelas sambil sesekali menengok ke arah luar ruangannya. Namun, posisi Ayu yang duduk membelakangi ruangannya membuatnya sulit mengetahui apa yang terjadi di sana. Ia hanya berharap kalau Ayu tidak menangis di sana. Ayu masih diam dan menunduk. Arjuna yakin, kalau adiknya itu sedang tidak baik-baik saja. Apa yang sebenarnya sedang dibicarakan oleh Sandi? Karena rasa penasarannya, Arjuna mencoba mengir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN