28. Pada senja

1668 Kata

“Dalam jingga senja, kita menemukan keindahan. Selanjutnya, kita akan menemui malam dengan segala ketenangan.” ---- Ayu sudah sumringah di depan kafe saat melihat mobil yang baru saja tiba. Namun, lain halnya dengan Arjuna yang malah menatap sang adik penuh arti. Ia bersiap untuk melontarkan ejekannya. Walaupun, Ayu tidak tahu menahu sama sekali keberadaan sang kakak yang berdiri tepat di belakangnya. Kedatangan siapa lagi yang Ayu tunggu kalau bukan Sandi? Lelaki itu sudah berjanji akan menjemputnya saat pulang bekerja. “Bucin, bucin! Adek masih gak malu sama Sandi gara-gara malam itu? Arjuna memulai aksi menggoda sang adik. “Ayu mana percaya sama Mas Juna!” cibirnya sambil menjulurkan lidahnya ke arah Arjuna. Karena sibuk berdebat dengan sang kakak, Ayu yang awalnya memperhatikan Sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN