58. Cerita ayah

1763 Kata

"Pada akhirnya, yang pernah kita lewati bersama hanya akan menjadi cerita yang mungkin hanya akan kita simpan tanpa dibuka." ---- "Adek, kenapa kebiasaan banget ninggalin Sandi gitu? Gak sekali dua kali Ayah lihat. Adek, kita sebagai tuan rumah harus menghargai tamu. Siapapun itu. Apapun masalahnya." Pagi akhir pekan Ayu disambut dengan ucapan sang ayah yang sebenarnya tidak ingin Ayu bahas. Tetapi, mau bagaimana lagi? Ia memang salah. Wajar saja jika ia ditegur. Ia tidak menjawab ucapan sang ayah dan membiarkan kepala keluarga itu menyelesaikan perkataannya. "Dek, Ayah tau sebenarnya semalam Sandi tidak akan benar-benar membahas masalah pekerjaan. Apalagi, orang se profesional Sandi tidak mungkin mengganggu istirahat orang lain demi pekerjaan. Tapi, Adek tau nggak alasan dia ke sini?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN