48. Satu langkah mundur

2135 Kata

"Semua orang punya kesempatan, bukan? Siapa yang melangkah lebih cepat, dia yang akan punya peluang lebih banyak." ---- "Assalamualaikum. Permisi. Punten." Ayu yang tengah bermalas-malasan di sofa ruang keluarga itu pun langsung berlari ke arah depan karena bunyi bel dan teriakan seseorang dari luar. Suaranya memang cukup familiar. Maka dari itu, Ayu tidak repot-repot mengurusi penampilannya yang masih menggunakan piyama padahal hari sudah terik. "Sabar kek, Vian. Teriak lagi diguyur tetangga, lo!" semprot Ayu setelah membuka pintu. Alvian yang sudah rapi itu terkekeh sebelum akhirnya lelaki itu menatap heran ke arah Ayu yang terlihat sangat berantakan. Padahal, ia sendiri sudah mengabari gadis itu kalau hari ini ia akan ke rumah Ayu dan mengajaknya berjalan-jalan sebelum kembali ke n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN