89

3044 Kata

Bayi mungil itu bergerak dengan susah payah, menggerakkan jemari serta kaki kecilnya untuk merangkak menuju sang ibu yang bertepuk tangan, memberinya semangat. “Amamamamma!” Aurora berteriak kencang, memanggil sang ibu yang tak kunjung diraihnya itu sebelum akhirnya menyerah dan menangis dengan kencang. “Uh sayangnya ibu!” Mutiara tersenyum, mengangkat tubuh Aurora dan menciumi wajah bulatnya supaya berhenti menangis. “Amamama!”jemari kecil itu menepuk- nepuk sumber makanannya, meminta Mutiara memberinya makan karena dia sudah sangat lapar. “Aurora cantik lapar?” Mutiara tersenyum membuka beberapa kancing baju dan mulai menyusui bayi mungil yang langsung menghisap sumber makanannya itu dengan rakus. Setelah merasa kenyang bayi mungil itu melepaskan sumber makanannya sebelum akhirnya m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN