“ Saya berjanji Mutiara! Kali ini akan membuatmu tidak akan pernah bisa berhenti untuk memintanya lagi.” Setelah berujar demikian Xavier mulai bergerak masuk, membuat Mutiara terpekik kaget dan langsung menyembunyikan wajahnya yang memerah diceruk leher Xavier, mencengkram erat punggung kokoh pria satu itu sebagai pelampiasan rasa sakitnya. Tubuhnya seolah terbelah menjadi dua, perih, sakit dan sesuatu yang terasa menggairahkan datang secara bersamaan. Mengetahui hal itu, Xavier terdiam, membiarkan sang istri merasa nyaman dengan sang j*nior yang telah bersarang ke rumahnya itu. Secara perlahan Xavier menjauhkan wajah Mutiara, mencium setiap inchi wajah pualam itu sebelum mendarat di bibir cantiknya, memakan dan melumat habis benda itu sebagai pembuka penyatuan malam panas mereka. “ S

