46

1707 Kata

“ Apakah kau sudah menyiapkan kamar untuknya?” pertanyaan Serena itu membuat Mutiara meletakkan kembali kuenya. “ Aku tidak berniat menyiapkannya karena ingin setiap malam dia tidur disampingku.” Bibir itu tersenyum, mengelus perut buncitnya dengan lembut. “ Jangan harap Xavier mengizinkan itu.” Serena mengibaskan jemarinya diudara, “ Xavier dan tangisan bayi ditengah malam adalah kombinasi yang mengerikan. Kau dan babymu bisa langsung ditendang dari rumah hari itu juga.” “ Tapi aku tidak mau dia tidur jauh dariku.” “ Ck anak ini! Asal kau tahu saja, suatu keajaiban seorang Xavier membiarkan seseorang tidur di kamar miliknya seperti yang kamu lakukan ini.” Ujarnya perlahan kemudian menatap Bahar yang terpaksa duduk menemani dua orang wanita itu, “ Yang kukatakan ini benar, bukan?” Ser

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN