Xavier sama sekali tidak menyangka jika putrinya akan bertemu dengan Nandya serta ibunya saat itu dan beruntung Xavier datang tepat waktu hingga wanita paruh baya itu tidak sampai menyentuh Aurora. “Jika dia sampai menyentuh Aurora, akan kupatahkan jemarinya!” gumam Xavier dengan wajah mengeras. “Tuan Xavier?” Suara Bahar menyentak Xavier. “Apa?” Xavier mengangkat alisnya. “Begini Tuan Xavier, bisakah saya mengajukan cuti selama beberapa hari?” “Untuk apa?” Bahar mengambil nafas panjang berusaha sabar. “Saya ingin sesekali mengambil cuti saya untuk menghabiskan waktu bersama keluarga kecil saya, Tuan” Bahar tersenyum, seolah mengatakan, ‘Memangnya Tuan saja yang punya keluarga! Saya juga punya dan saya ingin liburan selama beberapa hari dengan mereka sekaligus melepas stress karena

