“ Tapi sayang kau dan rasa takutmu itu tidak akan pernah menang dariku!” Nandya tersenyum, secara perlahan melepaskan cengkramannya dari dagu Mutiara setelah puas melihat wajah ketakutan wanita muda itu. “ Baiklah, karena aku sedang sibuk, kuharap kita bertemu lagi lain waktu!” Nandya tersenyum lebar, “Sampai jumpa!” gadis itu melangkahkan kakinya yang berbalut hells tinggi itu untuk keluar dari area Dep. Store. “ Mamamama!” Si kecil terus menangis, “ Cup ya sayang! Jangan menangis lagi!” Mutiara terisak lirih, menimang si kecil untuk tenang. “Semua baik-baik saja, Ok!” jemarinya yang kecil menghapus lelehan air mata sang putri. “ Nyonya?” Si Babysitter yang telah selesai berbelanja itu datang, menawarkan untuk menggendong si kecil namun Mutiara menolak dengan alasan dia bisa menen

