Perjanjian

1199 Kata

Pesawat melandas setelah 2 jam mengudara, tidak seperti saat pertama kali bepergian dengan Xavier dulu, kali ini Mutiara berusaha untuk tidak memejamkan matanya barang sedikitpun. “ Berhati- hatilah, nyonya!” Bahar menuntun Mutiara dan membantunya melewati setiap anak tangga sedangkan Xavier, jangan tanya pria itu dimana karena pria menyebalkan itu sudah lebih dulu turun. Satu persatu anakan tangga itu berhasil dilalui dan keduanya kini menuju area kedatangan. “ Apakah sekarang tugasmu menjadi assistannya?” Xavier yang sudah berdiri disamping mobil jemputan, bersendekap, menatap dingin kearah kedua orang itu. “ Maafkan saya Tuan Xavier, tapi saya takut Nyonya terpeleset saat turun!” ujar Bahar dengan membungkuk penuh maaf. “ Sudahlah!” Xavier tidak mau berdebat hal ini lebih panjang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN