Sosok kecil yang tertidur diatas bangkar ruang VIP itu akhirnya membuka mata, mengerjap perlahan setelah hampir 12 jam tertidur karena obat. “ Nyonya, syukurlah anda sudah bangun!” senyum lega itu terpampang jelas diwajah Bahar dan sosok lain yang duduk disofa, yang Mutiara kenal dengan nama Daniel. Ya memang siapa lagi yang diharapkan Mutiara?! Si B*rengsek Xavier itu?! Tentu saja tidak! “ Saya akan panggilkan dokter, Nyonya!” tombol disamping ranjang ditekan dan tak lama kemudian seorang dokter wanita yang khusus menangani Mutiara masuk kedalam, memeriksa tubuh wanita itu sekaligus menyampaikan beberapa informasi. “ Syukurlah anda dan bayi anda baik- baik saja!” senyum lega itu terpatri dengan tulus, kemudian menatap Daniel, “ Dan saya juga berpesan kepada anda selaku suaminya, t

