Tinggalkan Dia

1394 Kata

Airin terdiam membeku. Ada rasa malu sekaligus salah tingkah sekarang. Entah mengapa ia merasa seperti pencuri yang ketahuan tengah mencuri. Dengan cepat tangannya menyambar kembali syal merah muda yang berada dalam genggaman tangan Bayu. Sedang pria itu masih terdiam. Pikirannya masih sibuk mencerna apa yang sebenarnya sudah terjadi pada gadis itu. Ia bukan pria polos yang tidak tahu apa-apa tentang bercak merah seperti itu. Namun apa yang ia lihat di leher gadis itu barusan, jumlahnya cukup banyak. Membuat sebuah pertanyaan yang mengusik pikirannya. Sebenarnya ia tidak ingin bertanya, tapi sudah terlanjur melihat, jadi sepertinya tidak ada salahnya untuk sekedar mencari penjelasan agar tidak berpikir yang tidak-tidak lagi. Bayu menoleh, menatap gadis cantik yang duduk di sampingnya se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN