Mata-mata

1139 Kata

Raldo meletakkan ponselnya yang sudah mati di atas meja. Menghela nafas panjang sebelum menoleh dan memperhatikan Airin yang masih sibuk di dapur. Masih berkutat dengan masakannya yang mungkin sebentar lagi matang. Bau harum yang menggugah selera saja sudah tercium dari tempat duduk. Kini pria itu merasa dilema dan bingung harus bagaimana. Terus terang ia merasa malas bila harus menemui Maura, meski gadis itu sudah menjadi calon istrinya sekarang. Tapi menentang permintaan sang ayah sama artinya siap untuk dicoret daftar kartu keluarga juga dari daftar warisan keluarga Anggoro. Tidak ada pilihan lain, selain menuruti kemauan sang ayah. Raldo berdiri, berjalan menuju kamar tidur. Airin hanya meliriknya dari dapur, ia masih sibuk menyiapkan untuk makan malam mereka sebentar lagi. Tak lama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN