“Baby ... jemput aku pagi ini ya! Kamu nggak lupa kan kalau hari ini kita harus fitting baju pengantin?” tanya Maura dengan manjanya dari ujung panggilan. Rupanya wanita itu tidak tahu jika wanita lain yang sedang bersama tunangannya sekarang sedang tidak baik-baik saja. Wajahnya terlihat memerah, bahkan kini menggigit bibir bawahnya untuk meredam rasa kesal yang saat ini memenuhi diri. “Aku tidak lupa. Kamu tidak harus mengingatkan aku seperti ini. Kamu punya mobil dan sopir yang akan mengantarmu kan, jadi tidak perlu memintaku untuk menjemputmu,” tolak Raldo sambil melirik Airin yang kini sudah terlihat tegang. “Nggak mau! Aku ingin kamu yang datang menjemputku, dan kita pergi ke sana bersama-sama. Bukannya om Gunawan bilang kalau hari ini kamu tidak repot? Lalu kenapa tidak bisa kala

