Putri cantik

1294 Kata

Jarum jam menunjukkan pukul enam petang. Sudah dua puluh menit Airin mematutkan diri di depan cermin meja riasnya. Memulas make up minimalis yang tidak terlalu tebal. ia memang tidak menyukai riasan yang berlebih, lebih senang terlihat sederhana. Rambut panjangnya dibiarkan terurai. Ia hanya menyelipkan sebuah jepit bunga yang cantik di sana. Memakai gaun yang sudah Bayu kirimkan sebagai hadiah pagi tadi. Bukan karena ia memiliki perasaan yang khusus pada pria itu, tapi Airin hanya berusaha untuk menghargai apa yang sudah orang lain berikan kepadanya. Merasa sudah cukup dengan apa yang melekat di tubuhnya sekarang, gadis itu berdiri dari duduknya. Ketika terdengar bunyi bel yang berbunyi dari luar. Tanda seseorang sedang bertamu ke apartemennya sekarang. Airin berjalan cepat, setelah mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN